Masuk

Ingat Saya

PROSESI TABLO MENYAMBUT PASKAH DALAM TOLERANSI KABUPATEN ENDE

PROSESI TABLO MENYAMBUT PASKAH DALAM TOLERANSI KABUPATEN ENDE

       Tablo adalah sebuah pemegaran cerita injil (kitab umat kristen) tentang pengadilan, dan penyiksaan oleh tentara romawi, dan penyaliban Yesus, fokusnya ada saat Yesus membawa salib. Selama pekan suci kelompok umat kristen di dunia menggelar pertunjukkan drama jalan salib ini di gereja-gereja atau prosesi melalui jalan-jalan. Aktor yang berasal dari jemaat memainkan peran berbagai karakter dalam injil.

Prosesi Tahunan

         Warga Kabupaten Ende, dalam mengisi tri hari suci (menyambut paskah) ibadah umat Katolik, paroki St. Josef Freinandemetz Mautapaga Ende selalu menjadi pusat perhatian baik warga lokal, pengunjung sampai mancanegera dengan maksud beribadah dan berpatisipasi. Tidak berbeda dengan kota-kota lain khususnya di daratan Flores, prosesi tablo sudah menjadi kegiatan tahunan bahkan tradisi umat katolik dalam menyosong hari raya kebesaran umat kristen di dunia. Prosesi tablo, adalah prosesi liturgi atau ibadah suci umat kristen dalam memaknai penebusan dosa umat kristen melalui visiualisasi drama. Adapun tahap-tahap prosesi tablo yang dimaksud: pertama: penangkapan Yesus di bukit Getsemani kedua: penyerahan Yesus kepada kaisar, ketiga: penyiksaan, keempat: perarakan sambil memanggul salib, dan terakhir kelima: penyaliban Yesus. Melihat dari beberapa tahapan pementasan, drama ini membutuhkan banyak orang untuk terlibat, baik dari aktor, kru, keamanan, dokumentasi, dan sebagainya. Jumat, 3 april 2015 pukul 09.00 WITA, berdasarkan data yang ditangkap penulis, dengan tema “sungguh orang ini putra Allah” kegiatan prosesi tablo tahun 2015 mencapai kurang lebih 800 peserta dari anak-anak sampai dewasa. Jarak tempuh perarakan 20 km dan beberapa stand pemberhentian di sepajang rute tujuan dan dibantu pihak kepolisian membuat kegiatan prosesi tablo lebih kondusif dan hikmad. Melihat dari tanggapan masyarakat, kegiatan prosesi tablo dari tahun ketahun partisipasipan masyarakat selalu meningkat ditambah lagi kegiatan prosesi tablo sudah menjadi agenda tahunan baik sebagai penyelenggara Paroki Mautapaga, maupun pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan ibadah dalam tradisi lokal.

Tablo dan Toleransi

       Dengan injil yang divisualisasikan melalui drama, prosesi tablo dengan harapan dapat mengangkat refleksi seluruh masyarakat bahwa penderitaan Yesus tidak saja dinikmati bagi umat kristen melainkan seluruh umat beragama tanpa memandang ras, bahasa, dan kedudukan. Sehingga dengan ini dalam mempersiapkan prosesi tablo, paroki melalui ikatan terkecil kombas (komunitas basis), lingkungan, dan stasi, mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Ende, dapat mengambil peran demi menciptakan rasa memiliki dan bertanggung jawab akan budaya toleransi umat beragama. Bukti toleransi umat beragama lainya; ibu-ibu Muslim Kelurahan Bokasape (PKK), Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, ikut dalam membersihkan gereja Hati Amat Kudus Wolowaru pada selasa, (31/03/2015) yang dimuat pada artikel Flores Bangkit. Membuktikan masih adanya kesadaran tinggi akan budaya yang ditinggalkan oleh leluruh dalam persaudaran seperti sapaan lokal akan kekerabatan tanpa memandang satu sama lain khas Ende Lio; aji, kae, weta, ane, babo, ame. Sehingga prosesi tablo dapat dimaknai sebagai lambang yang mewakili kebesaran umat beragama pada kabupaten Ende yang layak selalu menjadi budaya, dan tradisi, dalam menjaga, mentoleransi dan memiliki, bukan sebagai satuan insan yang berbeda melainkan menciptakan kesatuan dalam perbedaan.

Dengan